PURBALINGGA – Sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Purbalingga, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karanganyar menyalurkan bantuan dana kemanusiaan. Penyerahan donasi ini dilaksanakan pada Sabtu, (7/2/2026), bertempat di kantor LAZISNU Kabupaten Purbalingga.

Langkah ini diambil menyusul musibah banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Purbalingga, termasuk dampak signifikan yang dirasakan di wilayah Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Mrebet. Bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas warga, sehingga memantik rasa solidaritas dari kalangan pelajar Nahdlatul Ulama.

Dalam aksi sosial ini, PAC IPNU-IPPNU Karanganyar tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Purbalingga. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan dapat terkelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran kepada para korban yang paling membutuhkan.

Ketua PAC IPNU Karanganyar, Muhammad Fahmi, menjelaskan bahwa donasi yang diserahkan merupakan hasil dari penggalangan dana kolektif yang melibatkan berbagai elemen pelajar NU di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi landasan utama gerakan ini.

"Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan amanah dari rekan dan rekanita berupa donasi tunai senilai satu juta rupiah. Dana ini kami kumpulkan secara kolektif, mulai dari urunan pengurus PAC, sumbangan pribadi, hingga kontribusi dari Pimpinan Ranting (PR) di desa-desa," ungkap Muhammad Fahmi usai prosesi penyerahan bantuan.

Fahmi menambahkan bahwa partisipasi aktif datang dari berbagai ranting di Kecamatan Karanganyar. Antusiasme kader di tingkat desa dinilai sangat tinggi dalam merespons panggilan kemanusiaan ini.

"Kami sangat mengapresiasi gerak cepat sahabat-sahabat di ranting. Ada kontribusi dari PR IPNU-IPPNU Jambudesa, Banjarkerta, Kabunderan, hingga rekan-rekan di Karanggedang, Bungkanel, dan Kalijaran. Ini bukti bahwa pelajar NU tidak hanya diam melihat saudaranya tertimpa musibah banjir dan longsor," tegas Fahmi menambahkan.

Berdasarkan data yang dihimpun, donasi tersebut merupakan akumulasi dari kas PAC IPNU-IPPNU Karanganyar, sumbangan perorangan seperti dari Fatkhul Fahmi Zain dan Situ Galuh Nur Zaki, serta kontribusi kolektif ranting dengan nominal yang bervariasi. Seluruh dana tersebut kini telah diamanahkan kepada LAZISNU untuk dikelola dalam program tanggap bencana.

Pihak LAZISNU Kabupaten Purbalingga menyambut hangat inisiatif yang dilakukan oleh para pelajar ini. Kepala Cabang LAZISNU Purbalingga, Dwi Purwaningsih, yang menerima langsung penyerahan donasi tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas kepedulian generasi muda NU.

"Kami dari LAZISNU sangat berterima kasih. Ini bukan sekadar soal nominal, tetapi tentang kepedulian. Kami berharap hubungan komunikasi dan silaturahmi antara IPNU-IPPNU dan LAZISNU tetap terjalin erat. Kita harus saling bekerja sama dan belajar lebih banyak lagi dalam mengelola umat," ujar Dwi Purwaningsih.

Lebih lanjut, Dwi menekankan pentingnya peran pemuda dalam regenerasi gerakan sosial kemasyarakatan. Ia berharap aksi ini menjadi pemicu bagi organisasi pelajar lainnya untuk turut serta dalam kegiatan filantropi.

"Harapan besar kami, anak-anak muda inilah yang nantinya melanjutkan pergerakan dan perjuangan LAZISNU di masa depan. Semangat kemanusiaan ini harus terus dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Purbalingga," pungkas Dwi dengan penuh harap.

Kegiatan penyaluran donasi ini menjadi bukti nyata komitmen PAC IPNU-IPPNU Karanganyar dalam mengambil peran aktif pada isu-isu sosial dan kemanusiaan. Melalui sinergi antar-banom NU, diharapkan proses pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga dapat berjalan lebih cepat, serta sedikit meringankan beban psikologis maupun materiil para korban.